PALEMBANG, sumselsembilan.id — Kawasan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memilki peradaban dan pontensi sumber daya alam yang sangat luar biasa. Namun faktanya, kemajuan pembangunannya saat ini sudah jauh ketinggalan dari kawasan Indonesia Timur.
Guna mendorong kemajuan pembangunan di daerah ini, para ‘petinggi Sumbagsel’ sepakat untuk merumuskan draf pembangunan yang solid dan reel untuk direalisasikan dalam kurung waktu tiga tahun kedepan. Hal tersebut mengemuka dalam acara halal bihalal masyarakat perantau Sumbagsel di Griya Agung (rumah dinas Gubernur Sumsel) Palembang, Sabtu 25 April 2026.
Acara yang diiniasiasi Mengko Pangan Zulkifli Hasan ini juga dihadiri banyak orang penting atau ‘petinggi Sumbagsel’ di pemerintahan Prabowo-Gibran. Selain Zulhas asal Lampung, juga hadir Mendagri Tito Karnavian dan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Chudori dari Sumsel, Menteri Pembangunan Desa Tertinggal Yandri Susanto dan Ketua DPD RI Sultan Bakhtiar Najamudin dari Bengkulu, serta lima gubernur se-Sumbagsel, yakni Herman Deru Geburnur Sumsel, Rahmat Mirzani Djausal (Lampung), Al Haris (Jambi), Helmi Hasan (Bengkulu) dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani.
Sebagaimana diungkapkan Zulhas, kawasan Sumbagsel yang meliputi Provinsi Sumsel, Jambi, Lampung, Bengkulu dan Babel memiliki peradaban dan potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa. “‘Namun faktanya, kita tertinggal dari Indonesia Timur, padahal hampir semua potensi alam kita punya,” ujar Zulhas yang juga Ketua Umum DPP PAN.
Dikatakan Zulhas, pihaknya segera membentuk panitia kecil untuk merumuskan dan mempetakan kebutuhan lima provinsi Sumbagsel. Pelaksanaannya tentu perlu adanya sinergisitas para gubernur lima provinsi dan para petinggi Sumbagsel yang memiliki akses kuat ke pemerintah pusat. ”Dalam pilpres lalu, Prabowo-Gibran menang besar di Sumbagsel dan saya yakin akan didukung apa yang kita usulkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan, berkumpulnya para ‘petinggi Sumbagsel’ untuk pembangunan wilayah Sumbagsel bukan tidak nasionalis dan primordialisme. Ini semua dilakukan untuk mempersatukan orang Sumbagsel yang memiliki akses kuat ke pusat pengambil kebijakan untuk kemajuan pembangunan wilayah Sumbagsel.
‘Seperti pembangunan ruas jalan tol Palembang-Bengkulu yang tertunda harus diusahakan dihidupkan dabln dipercepat pembangunannya, karena hal itu sangat membantu kemajuan perekonomian masyarakat,’ ujarnya.
Program-program yang sempat tertunda tersebut, kata Tito, harus diselesaikan paling tidak tiga tahun kedepan, tahun 2027-2029, atau di masa pemerintahan Prabowo-Gibran.
Tentu saja, menurut Tito, masih banyak program reel lainnya yang perlu dirumuskan demi kemajuan Sumbagsel.
Hal yang sama diungkapkan Ketua DPD RI Sultan Bakhtiar Najamudin dalam sambutannya, kiranya acara ini menjadi titik awal untuk mengembalikan kejayaan Sumbagsel sebagaimana terjadi di masa kerajaan Sriwijaya yang sangat luar biasa.
Sementara, Wakil Ketua DPR RI Prof Sufni Dasco secara daring menyatakan, silaturahmi dan halal bihalal ini bertujuan mencari solusi untuk memajukan Sumbagsel.
”Kita ingin memperkuat tali persaudaraan serta berniat membangun satu kesatuan untuk membesarkan daerah Sumbagsel, yang dulu terkenal hebat dan jaya dengan kerajaan Sriwijaya,” tegasnya.
Para tokoh Sumbagsel dan tokoh nasional lainnya yang hadir pada acara ini, antara lain Abu Rizal Bakrie, Hatta Rajasa, Marzuki Alie, dan anggota BPK Boby Adhitio Rizhaldy, Wagub Jatim Emil Dardak yang istrinya orang Sumsel.
Juga hadir Ketua Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Bursah Zarnubi yang jiga bupati Lahat, dan Ketua Umum Keluarga Alumni Fakultas Geografi UGM (Kagegama) Dr.H Joncik Muhammad S.Si SH MM MH yang juga Bupati Empat Lawang, juga para bupati/walikota se-Sumbagsel.
(asnadi)









