Home / SUMSEL / PALI / Monitoring Debit Sungai di Penukal–Abab, Polisi Pastikan Situasi Masih Aman dan Normal

Monitoring Debit Sungai di Penukal–Abab, Polisi Pastikan Situasi Masih Aman dan Normal

PALI, sumselsembilan.id — Personel Polsek Penukal Abab melakukan monitoring debit dan volume kedalaman air di Sungai Sebagut, Sungai Penukal, dan Sungai Abab, Kamis (12/2/2026) pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir di wilayah Kecamatan Penukal dan Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Monitoring dimulai sekitar pukul 09.00 WIB atas perintah Kapolsek Penukal Abab dan melibatkan personel piket jaga serta Bhabinkamtibmas. Pengecekan dilakukan di sejumlah desa yang berada di bantaran sungai, di antaranya Desa Purun, Babat, Gunung Raja, dan Mangku Negara di bantaran Sungai Sebagut; Desa Raja Jaya, Air Itam, dan Air Itam Timur di bantaran Sungai Penukal; serta Desa Tanjung Kurung dan Karang Agung di bantaran Sungai Abab.

Dari hasil pemantauan lapangan, kondisi debit air di ketiga sungai tersebut terpantau masih dalam batas normal dan belum berdampak terhadap permukiman warga maupun fasilitas pendidikan di wilayah sekitar aliran sungai.

Selain itu, debit air sungai dilaporkan mulai berangsur turun seiring dengan kondisi cuaca yang kembali stabil dan intensitas hujan yang berkurang di wilayah Kecamatan Penukal dan Abab dalam beberapa hari terakhir.

Kapolsek Penukal Abab AKP Ardiansyah, S.H menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polsek Penukal Abab.

“Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K melalui kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan potensi kenaikan debit air, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat,” ujar AKP Ardiansyah.

Ia menegaskan bahwa Polsek Penukal Abab akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi debit air sungai.

“Sebagai langkah deteksi dini guna meminimalisir risiko bencana banjir di wilayah Kabupaten PALI,”pungkasnya. (B4R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *