PALEMBANG, sumselsembilan.id — Menghadapi dinamika dunia usaha yang terus berkembang, Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPD APINDO) Sumatera Selatan melakukan evaluasi internal sekaligus mematangkan langkah organisasi ke depan.
Evaluasi tersebut dilakukan melalui pertemuan dan konsolidasi pengurus APINDO Sumatera Selatan. Agenda ini menjadi ruang bagi jajaran pengurus untuk melihat kembali program yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta menyusun langkah yang lebih responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.
Ketua DPD APINDO Sumatera Selatan, Zewwy Salim, mengatakan penguatan organisasi menjadi hal penting agar APINDO mampu menjalankan perannya secara maksimal dalam mengawal kepentingan dunia usaha.
“Hari ini APINDO melaksanakan kegiatan konsolidasi dan pertemuan pengurus. Ini momentum untuk memperkuat koordinasi internal, mengevaluasi program yang sudah berjalan, sekaligus membahas berbagai isu dan tantangan dunia usaha, khususnya yang berkaitan dengan dunia usaha dan ketenagakerjaan di Sumatera Selatan,” ujar Zewwy.
Menurutnya, perubahan kondisi ekonomi dan perkembangan persoalan ketenagakerjaan menuntut organisasi pengusaha untuk tidak hanya menunggu munculnya persoalan. APINDO harus mampu membaca berbagai potensi tantangan sejak dini dan memberikan masukan maupun solusi yang konstruktif.
Karena itu, penyamaan persepsi di internal organisasi menjadi salah satu fokus utama. Dengan komunikasi yang kuat antarbidang dan jajaran pengurus, APINDO diharapkan dapat bergerak lebih cepat dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi anggotanya.
“Tujuan utamanya adalah menyatukan persepsi dan langkah seluruh pengurus. Kita ingin APINDO semakin solid, responsif terhadap persoalan yang dihadapi dunia usaha, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan iklim usaha yang kondusif,” jelasnya.
Zewwy menegaskan, keberadaan APINDO tidak semata-mata sebagai wadah organisasi pengusaha. Lebih dari itu, APINDO diharapkan mampu menjadi ruang komunikasi dan kolaborasi antara dunia usaha dengan pemerintah, pekerja, serta stakeholder lainnya.
Menurutnya, hubungan yang harmonis antarpihak menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas usaha dan menciptakan iklim investasi yang sehat.
Di sisi lain, APINDO Sumsel juga ingin memastikan program organisasi benar-benar menyentuh kebutuhan anggota. Evaluasi yang dilakukan diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperbaiki program sekaligus memperkuat pelayanan organisasi kepada para pelaku usaha.
“Kita juga ingin memastikan bahwa setiap program APINDO benar-benar memberikan manfaat bagi anggota dan dunia usaha secara luas,” katanya.
Zewwy berharap hasil konsolidasi tersebut tidak berhenti pada pembahasan internal, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata. APINDO Sumsel, lanjutnya, harus semakin aktif menghadirkan gagasan dan solusi terhadap berbagai tantangan yang muncul.
“APINDO harus hadir bukan hanya ketika ada persoalan, tetapi juga proaktif memberikan gagasan dan solusi. Kita ingin membangun APINDO yang semakin kuat, solid, dan profesional,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan organisasi pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan kontribusi APINDO terhadap kemajuan ekonomi Sumatera Selatan.
“Kita ingin APINDO Sumatera Selatan semakin solid organisasinya, semakin kuat perjuangannya, dan semakin nyata kontribusinya bagi kemajuan dunia usaha dan perekonomian Sumatera Selatan,” pungkas Zewwy. (DNL)










